Pembukuan & akuntansi
Bagan akun, buku besar, jurnal manual, dan neraca saldo berdiri di atas satu basis
data yang sama. Aset tetap dan pinjaman membawa jadwal penyusutan dan amortisasinya
sendiri, dan keduanya membentuk jurnal tanpa dijurnalkan ulang dengan tangan.
Usaha yang pindah dari pembukuan lamanya memasukkan saldo awalnya lewat layar impor
tersendiri. Tutup periode dijalankan per periode dan mengunci periode yang sudah
ditutup terhadap jurnal susulan.
Pelaporan keuangan
Neraca dan laba rugi disusun langsung dari buku besar, bukan dari ekspor yang
disalin ke spreadsheet. Keduanya dibaca pada tanggal atau rentang yang Anda pilih,
dan neracanya menyatakan sendiri apakah ia seimbang. Usaha yang punya lebih dari
satu cabang bisa mempersempit laporannya ke satu cabang tanpa memecah
pembukuannya. Di sampingnya berjalan umur piutang dan umur utang, kartu piutang
dan kartu utang, serta analisis profitabilitas per produk dan per pelanggan.
Persediaan
Kartu stok mencatat setiap pergerakan barang beserta nilainya, sehingga persediaan
di neraca dan persediaan di gudang adalah angka yang sama. Barang dikelompokkan,
ditempatkan di beberapa gudang, dipindahkan antar-gudang, dan dicocokkan lewat stok
opname. Barang yang perlu dilacak per satuan dibawa dengan nomor seri, atau per
kelompok dengan nomor batch beserta tanggal kedaluwarsanya. Titik pesan ulang
disetel per barang, dan layar terpisah menampilkan barang mana yang sudah menyentuh
ambangnya hari ini.
Penjualan
Satu rantai yang menyambung: penawaran menjadi sales order, sales order menjadi
surat jalan, surat jalan menjadi faktur. Tiap langkah mewarisi barang dan harga
dari langkah sebelumnya, jadi tidak ada nomor yang diketik dua kali. Faktur yang
terbit menjadi piutang dan jurnal penjualan pada saat itu juga, dan barangnya
keluar dari kartu stok di transaksi yang sama. Retur dan nota kredit berdiri
sebagai layar tersendiri dengan izin tersendiri — orang yang boleh menerbitkan
faktur tidak otomatis boleh membalikkannya.
Pembelian
Permintaan pembelian menjadi purchase order, purchase order menjadi penerimaan
barang, penerimaan barang menjadi faktur pemasok. Barang yang diterima masuk ke
kartu stok dan utangnya masuk ke buku besar dalam langkah yang sama, bukan lewat
pencatatan kedua. Layar komitmen menunjukkan berapa nilai pesanan yang sudah
dikeluarkan tetapi belum diterima atau belum ditagih. Retur pembelian dan nota
debit punya izinnya sendiri, terpisah dari izin memasukkan faktur pemasok.
CRM
Prospek masuk lewat daftar lead, bergerak di papan corong penjualan, dan menjadi
deal dengan nilai serta tahapannya. Kontak, aktivitas, dan tindak lanjut yang jatuh
tempo menempel pada prospek yang sama, jadi riwayatnya tidak berpindah ke aplikasi
lain. Aturan pengingat menandai prospek yang terlalu lama diam. Deal yang menang
diteruskan ke penawaran dan faktur di modul Penjualan bukan lewat ekspor, melainkan
karena keduanya duduk di basis data yang sama. CRM dinyalakan per akun lewat layar
pengaturan.
Modul lain yang berjalan di buku besar yang sama — perpajakan, kas & bank,
HRIS & payroll, dan produksi — diringkas di
daftar modul di halaman depan. Integrasi e-Faktur dan Coretax
secara langsung melalui mitra PJAP belum tersedia dan sedang dalam
tahap finalisasi.